Sabtu, 14 Maret 2009

perputala



PERPUTALA



Alam adalah hidupku, dan hidupku hanya untuk alam.

Tak pernah terpikirkan kalau aku akan menjadi salah satu dari ciptaan Tuhan yang bisa menjaga dan mencintai alam ini dengan sepenuh hati dan tanpa ada rasa pamrih. Panggil saja aku dengan sebutan Okto/ Handoko, karena itu adalah namaku yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Dibanyak kesempatan ini aku ingin berbagi cerita dengan para pembaca/ pengunjung blog, sekalian untuk mengajak kalian semua untuk dapat menghargai apa yang namanya alam ini.


Dimulai dari pendakianku yang pertama kali, yaitu di gunung Kawi tepatnya di daerah Jawa Timur. Pertama dan yang jelas aku masih lugu sekali. setelah aku lulus SMP, tepatnya adalah di tahun 2001, aku dan dengan kedua temanku mendaki gunung dengan atau tanpa persiapan yang tidak layak sekali bisa disebut sebagai amatiran. Dengan rasa yang ingin tahu apakah gunung itu adalah sesuatu yang dapat menarik untuk dipelajari atau untuk dicintai, sebut saja gunung adalah kunci dari kehidupan mahkluk hidup. Kenapa tidak dari pendakianku yang pertama kali aku bisa mempelajari watak dan perilaku sendiri maupun teman-temanku. Biar kata psikolog, kalau orang tidak akan dapat membaca dirinya sendiri. Tapi disini aku bisa memecahkan ilmu itu, kalau seseorang dapat membaca perilaku atau wataknya sendiri tanpa disadarinya sendiri dengan mmendaki gunung.

Oke kita kembali lagi ketopik kita yaitu pendakianku yang pertama kalinya. Pernah melihat kalau orang yang memiliki tenaga adalah orang yang mampu menaklukkan alam, itu salah?.... Karena alam ini adalah kekuatan yang sesungguhnya, dan tidak ada tandingannya. Tubuhku yang kecil, dengan menggendong keril lebih dari 20 kg dipunggungku. Membuat aku sadar kalau manusia hanyalah orang yang memiliki kekurangan tanpa ada batasnya, dengan kata lain manusia adalah mahkluk yang kurang akan segala hal. Gunung Kawi adalah guru yang membuat aku menjadi pecinta alam sejati. Tidak hanya itu dari pendakianku yang pertama kali, banyak hal yang dapat aku gali dari petualanganku dengan kedua temanku itu. Gunung Kawi banyak orang menyebutkan adalah tempat orang untuk memuja kesugihan!... tapi bagi aku, gunung Kawi tempat dimana aku menimba ilmu tentang bagaimana caranya kita menghargai karya Tuhan yang sangat sempurna ini. Aku menyesal mendaki gunung Kawi ini, bukan dalam arti aku ini orang yang menyerah oleh keadaan, tapi disini aku menyesal karena waktu itu aku mendaki tidak dapat mengabadikan dengan foto-foto yang dapat aku ceritakan kepada kalian semua. Disini aku hanya bisa menulis dan bercerita bagaimana keindahan dan keelokan puncak gunung Kawi ini. Dari satu puncak gunung Kawi aku bisa melihat ribuan bukit dan puluhan puncak gunung lainnya yang mengelilingi pulau Jawa. Alhamdulillah...... rasanya kaki ini dapat mencapai puncak dan turun dengan selamat.


Pendakianku yang kedua. Lebih dari 39 orang aku dan beberapa senior lainnya memimpin pendakian menuju gunung Pulosari. Pulosari termasuk gunung, walaupun tingginya tidak dapat memenuhi syaratnya untuk disebut sebagai gunung, tapi Pulosari termasuk gunung/bukit yang aktif dan masih aktif hingga sekarang. Tidak begitu banyak cerita yang dapat aku sampaikan dipendakianku yang kedua ini, karena menurutku pendakian ini kurang x-treem. Bagaimana tidak?... untuk mencapai puncaknya saja hanya dibutuhkan waktu 4 jam saja, dan biasanya gunung itu dapat ditempuh dengan waktu 9 jam paling sedikitnya. Dimana kerajaan awan masih jauh dan terlihat sangat tinggi sekali, tidak seperti pendakianku yang pertama, karena aku bisa menginjak awan dan merasa hidup di atas kerajaan awan. Subbhannalloh.. segala puji bagi allah yang telah menciptakan alam ini. Maaf kalau cerita yang kedua kurang begitu menarik dari yang pertama.


Pendakianku yang ketiga. Gunung Gede adalah sebutan sebuah gunung yang memiliki puncak terluas di asia tenggara. Kali ini aku mendaki dengan belasan anak pengajian PKS, disini banyak sekali hal-hal yang aku pelajari, dan salah satu yang paling aku impikan adalah berpose di atas kerajaan awan, dan kalian semua bisa melihatnya di foto-foto yang aku upluod. Pendakian yang ketiga aku tidak bisa bercerita banyak karena sudah diwakili oleh foto yang aku pampang di layout. Begitu indah, begitu sempurna, begitu anggunnya keindahan alam jika kita semua dapat meresapinya dengan mata yang bersih dan hati yang tidak kotor.

Baik teman-teman, aku Okto Handoko hanya ingin menyampaikan?.. ayolah kita bersama-sama menjaga hutan kita, menjaga alam yang telah Tuhan titipkan kepada kita, jangan membuat Tuhan cemberut dengan merusak alam, hutan dan alam semesta.


Aku adalah orang yang tersenyum dan tertawa ketika terjadi bencana banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya.

Aku adalah orang yang menangis ketika melihat hutan, gunung, sungai, lautan yang rusak karena ulah manusai BIADAB.

Pemerintahan sekarang adalah pemerintahan yang dipimpin oleh anak kecil, bagaimana tidak?... hutan, gunung, sungai, lautan terexploitasi. Apa yang mereka kerjakan hanyalah mencari cara bagaimana nantinya bisa menjabat lagi, dijabatan yang sekarang. Dulu hutan yang dimiliki Indonesia lebih dari 1 jt H, tapi sekarang lebih dari 1 perak H. Ilegal loging, pembakaran hutan, perusakan terumbu karang dan masih banyak lagi ulah dari tangan manusia yang membuat alam semesta menjadi rusak.

Terlambat global warming?...memang BODOH pemerintah yang sekarang, berseru untuk menyelamatkan bumi, global warming, tapi masih MANDUL dalam menegakkan hukum bagi para CUKONG-CUKONG kayu....?...TOLOL hanya itu yang pantas untuk para pejabat hukum kita yang sekarang........hanya dengan uang hukum dapat dibeli, hanya dengan uang hutan ini bisa gundul, hanya dengan uang pejabat kita bisa tidur dengan nyenyaknya....?

Aku disini hanya bisa mengomentari apa yang dilakukan pemerintahan yang sekarang terhadap BUMI tercinta kita.


TEMBAK DITEMPAT UNTUK PEJABAT YANG TERLIBAT ILEGAL LOGING, TEMBAK DITEMPAT UNTUK PEJABAT YANG MERELAKAN HUTAN UNTUK PEMBANGUNAN, TEMBAK DITEMPAT UNTUK APARAT-APARAT YANG MEMANG KEPARAT JADI DEKING DIBALIK SEMUA PERUSAKAN HUTAN. JANGAN BERI AMPUN, KARENA MEREKA TIDAK PANTAS HIDUP DIDUNIA INI.

YAA....ALLAH SELAMATKAN BUMIKU DARI KEHANCURAN.....”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tolong dong isi komentar anda, karena sebuah kritikan akan membangun hidup saya yang lebih baik. dan tolong berikan semangat untuk para pecinta alam, yang sedang proses penghijaun kembali hutan yang gundul...